Perihal Perpisahan
Assalammualaikum,
Desember 2018
Ternyata sudah setahun yah aku baru bisa update lagihh.. hiihii. 😊
jadi canggung deh hehe, aku tuh udah kaya punya pacar baru gini wkwk ngetik aja baperan, sok bahagia tegar gitu kan... padahal mah syedih guys 😢😢
kita mulai topiknya dari mana yah, hmmm..
yaudah dari sini aja, taukan wahai pembaca setiaku baca nya dari manaa, dari KIRI ke KANAN yah... jangan kebalik, susahhhhhhh -SKIP- *krikk krikk krikk 😅
Mungkin dengan perpisahan, Kita diajarkan apa arti kepergian, apa arti kesetiaan, apa arti berjuang, dan banyak hal lainnya, Hati kita diberikan rasa kecewa agar kita lebih peka akan apa itu rasa bersyukur. pengharapan yang selalu berbuah sia-sia adalah pengharapan kepada manusia. Seandainya Kamu, sedikit mengerti perasaanku, mungkin kini kita masih bersama, kita masih bahagia berdua #mungkin
Yapsss...
"... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" (Al-Baqarah : 216)
Melepasmu bukan keinginanku namun percuma saja mempertahankan seseorang yang hatinya ingin pergi, seperti menggenggam pasir semakin kuat aku menggenggam maka semakin hilang dari genggamanku. Hidup itu Transaksional yahh.. ada yang mencarimu hanya karena butuh, ada pula yang memang karena betah. Taukahhhh.. Ridhalah dengan yang Allah tetapkan. In syaa Allah, Allah mengambil yang disayang, untuk menggantinya dengan yang lebih baik, yang bahkan selama ini tidak pernah terbayang. Apapun itu, Choose to believe in Allah. Dengan prasangka yang baik. 😇
Bahkan Kesepian mengajarkanku makna hidup, diluar sana, aku melihat orang-orang begitu bergantung pada cinta dan orang lain, lalu mereka tersakiti lagi, begitu seterusnya. Aku disini berteman dengan rasa sepiku, bertahan dan baik-baik saja. lalu nanti akan menemukan sesuatu yang lebih kekal. pengharapan yang tak akan mengecewakanku, tujuan hidup yang terarah dan terang. aku yakin, kelak.. segala hal yang pahit berujung pada manis, sebab setelah kesedihan pasti ada hidup hebat.
Pada akhirnya, yang disebut "Laki banget" itu bukan tentang seberapa gede ototnya, atau seberapa gantengnya. namun, seberapa hormat dan benarnya seorang pria, dalam memperlakukan perempuan. percaya atau tidaknya keputusan yang dia ambil itu adalah merupakan hal diluar dugaanku.
Setahun belakangan ini aku mencoba memperbaiki hati yang dulu pernah tersakiti, bahkan kau meminta untuk bersama lagi. setelah dijalani, kamu justru menjadikan hubungan ini sebagai lelucon.
Dulu... kamu pergi meninggalkanku merupakan kebahagiaan yang kau impikan. lalu kenapa juga kamu meminta kembali dengan alasan kau terluka sebab pilihan itu? apa kau tidak pernah merenungi? kepergianmu hari itu membuat rusak bahagiaku. dan bahkan saat semua sudah mulai membaik kembali,, kenapa sekarang membasahi luka-luka itu lagi ?
Lalu...
Setelah ini apa lagi ??
Bahkan semakin kita melalui lebih banyak hari, semakin banyak pula hal-hal yang akan kita hadapi. kesalahpahaman, pertengkaran, dan hal-hal yang menyedihkan perasaan. Kita tidak bisa terhindar dari keadaan semacam itu, kita manusia.. manusiawi jika sesekali berbeda dan tidak sepakat adanya. Namun, apakah kau tau bahwa bagaimanapun buruknya suasana yang terjadi, aku selalu berusaha meredam diri dan tidak pernah benar-benar pergi. Aku hanya menjaga jarak sejenak, agar kepala kita sama-sama dingin, pundak kita sama-sama ringan. Lalu bertemu dengan suasana yang jernih lagi. Kita masih akan sepakat untuk meneruskan smua ini. *tapi itu hanya ilusi
- semua sudah terlambat adanya.
Mungkin...
Kita tidak akan selalu bahagia sepanjang waktu, Akan ada sedih, pertengkaran, marah, saling menyakiti, tapii.. 😢😢 setidaknya kita masih bisa saling belajar, saling tidak mengulangi kesalahan, saling bersyukur sampai hari ini kita tidak pernah saling pergi. Meski banyak rintang. *lagi-lagi hanya ilusi - yang katanya ngomong itu gampang, teori-teori itu mah gimpil.
sebenarnya bukan tentang ngomong atau teorinya, tapi tentang cara kita menyikapinya.
Hati yang terlalu egois lah yang hanya bisa membaca lalu berkomentar. padahal mencoba untuk mempraktikanpun tidak, mencoba untuk berusahapun tidak.
Ngalamin gak sih ?
Kalo Berat jadi anak milenial.
iya berat, kalau dulu..
putus sama pacar ya putus aja.
Kalau sekarang..
abis putus, sosmed di block, wa di block, abis itu dibikinin drama seolah-olah kamu yang paling Jahat padanya.
Berat. 😄
Kalau kau masih menempatkan dia sebagai sumber kebahagiaanmu. Padahal dia sudah menjadi air yang mengalir jauh. Menyusuri kehidupan orang lain. Orang yang bukan lagi kamu.
Hem.. Cuma mau mengingatkan, terlebih tamparan keras buat diri sendiri. sudahlah... jangan dipaksakan juga. kasian hatimu.. bukan maksud untuk mencampuri urusan kalian yah, ini support aja gitu dari diri ini yang sudah pernah ngalamin, dan jadikan pembelajaran aja untuk kalian, diterima syukur nggak ya gpp, di coba aja dulu sama pilihannya. toh kembali lagi ke diri masing-masing. namanya juga Hati, suka bandel 😅
" Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan keatasmu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui, bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap kepada selain-Nya." -Imam Syafi'i
Kadang walaupun cinta, ditakdirkan berpisah darinya.
Dulu saling menyayangi, saling perhatian, selalu bersama, namun sekarang semua berubah sejak perpisahan itu. Bahkan sebuah komitmen pun bisa kalah.
Ada beberapa penyebab hubungan itu rusak. Pertama, karena selingkuh. sudah di disayangi, dicintai sepenuh hati. malah menduakan di belakang. Kedua, sebab sering berdusta. sudah dipercaya, justru sering tidak sesuai perkataan dan sikapnya. Ketika berjanji, tetapi jarang memberikan bukti.
-A'yat KhalIli
Perihal Perpisahan ini semoga hatiku dan hatimu bisa memahami, kepergian yang meninggalkan luka atau tidak, tetaplah menjadi keputusan yang tidak pernah bisa disepakati oleh keduanya.
*kok aku jadi mau nyanyi "akankah kau setia" dari D'cozt Band 😢
Sebenarnya, tentang perpisahan, tentang kekecewaan, aku sudah mencoba tidak berkawan dengan mereka. tapi mereka selalu datang disaat tiba-tiba, menekamku dan menghujamku secara cepat.
Pesanku kepadamu :
Khawatirkan dirimu sendiri
jangan biarkan sesal datang dengan pilihan yang kamu pilih
cara melupakanku dengan memeluk dia dengan meneteskan air mata
dan ingat lagi adalah bahwasanya kamu pernah dipeluk nyaman oleh seseorang yang sekarang kau tinggalkan.
biarkan air mata menghapus segala kenangan
Hidup bahagialah dengan dia yang kau pilih untuk penggantiku
-Yahya Febriana Romadon-

Komentar
Posting Komentar